Selasa, 10 September 2013

Jumat, 07 September 2012

Understanding and Teaching Learning Process Interaction


A. Pengertian Interaksi Belajar Mengajar
Menurut Winarno Surakhmad Interaksi ialah: Istilah Yang Menggambarkan Hubungan Aktif Dua Arah Antara Pendidik Dengan Anak Didik”[1]
Menurut Abu Achmadi dan Shuyadi, 1985 : 47 Interaksi adalah suatu gambaran sehubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan.

“Interaksi adalah saling mempengaruhi, hubungan timbal balik antara pihak tertentu misalnya antara guru dan murid”. [2]

Ada beberapa pengertian belajar secara makro maupun mikro, dilihat dalam arti luas ataupun arti khusus dalam pengertian luas, belajar dapat diartikan, sebagai kegiatan Psiko Fisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Dalam arti sempit, belajar dimaksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagai kegiatan terbentuknya kepribadian seutuhnya.

Pengertian belajar menurut buku Departemen Agama RI ialah Cr seseorang yang dinyatakan dalam perilaku berarti bahwa hash belajar mengajar adalah selalu dinyatakan dalam perubahan tingkah laku.. baik berupa pengalaman teoritis maupun hasil latihan”.[3]

Menurut Gagne ada dua definisi belajar yaitu :
1.    Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku;
2.    Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang di peroleh dari intuksi” [4]
Mulai masa bayi manusia mengadakan interaksi dengan lingkungan, tetapi baru dalam bentuk “sensori-motor coordination”. Kemudian ia mulai belajar berbicara dengan menggunakan bahasa. Kesanggupan untuk menggunakan bahasa ini penting artinya untuk belajar.

Pendapat Piaget mengenai perkembangan proses mengajar pada anak-anak adalah sebagai berikut:
·         Anak mempunyai struktur meneral yang berbeda dengan orang dewasa. Mereka bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil, mereka mempunyai cara yang khas untuk menghayati dunia sekitarnya maka memerlukan pelayanan tersendiri dalam belajar.
·         Perkembangan mental pada anak melalui tahap-tahap tertentu menurut suatu urutan yang sama bagi semua anak.
·         Walaupun berlangsungnya tahap-tahap perkembangan itu mulai suatu urutan tertentu, tapi jangka waktu untuk berlatih dari suatu tahap ke tahap yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak.
·         Perkembangan mental anak dipengaruhi oleh 4 Faktor, yaitu:
1.    Kemasakan
2.    Pengalaman.
3.    Interaksi sosial
4.    Equilibration ( proses dari ketiga faktor di atas di atas sama- sama untuk membangun dan memperbaiki struktur mental).
·         Ada 3 tahap perkembangan , yaitu :
1.    Berpikir secara intuitif = 4 tahun
2.    Beroperasi secara konkret = 7 tahun
3.    Beroperasi secara formal = 11 tahun.[5]
Perlu diketahui pula bahwa dalam perkembangan intelektual terjadi proses yang sederhana seperti melihat. menyentuh, menyebut nama benda dan sebagainya, dan adaptasi yaitu suatu rangkaian perubahan yang terjadi pada tiap individu sebagai hasil interaksi dengan dunia sekitarnya.

Definisi dari DeQueliy dan Gazali : mengajar adalah menemukan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Guru kurang memperhatikan bahwa diantara siswa ada perbedaan individual, sehingga memerlukan pelayanan yang berbeda-beda. Bila semua siswa di anggap sama kemampuannya dan kemajuannya, maka bahan pelajaran yang di berikan pun akan sama pula. Hal itu bertentangan dengan kenyataan.[6]

Alvin W. Howard, memberikan Definsi mengajar yang lebih lengkap. Pendapat alvin : “Mengajar adalah suatu aktivitas untuk mencoba penolong, membimbing seseorang untuk untuk mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, Ideals ( cita-cita ), appreciations ( penghargaan ) dan knowledge.”[7]

A. Morrison D.Mc. Intyre memberikan Definisi mengajar adalah Aktivitas Propisional yang unik. Dalam mengajar dapat membuat kesimpulan-kesimpulan umum yang tidak berguna, keberasilan dan kejatuhannya samar-samar, dan sukar di ketahui juga berlangsungnya teknik belajar yang tidak tepat untuk di jelaswkan. Kemungkinan lain yang dapat diamati ialah memberikan model teori dan teknik assessment yang sesuai, dan banyak aspek mengajar yang dilukiskan dengan cara yang dibimbing oleh hal-hal yang praktis, pribadi guru banyak berbicara.[8]

Departemen Agama RI mengartikan mengajar itu adalah: “Mengajar adalah sebagai kegiatan interaksi antara guru dengan siswa untuk menambah atau mewariskan pengetahuan atau kecakapan, kebudayaan dan dapat pula diartikan sebagai kegiatan membimbing dan mengarahkan siswa untuk memperoleh pemahaman dan kemampuan memecahkan problem yang dihadapinya”[9]

Mengajar Merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral yang berat. Karena keberhasilan pendidikan pada siswa sangat bergantung pada pertanggung jawaban guru dalam melaksanakan tugasnya.

Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks. Banyak kegiatan maupun tindakan harus dilakukan, terutama bila diinginkan hasil belajar lebih baik pada seluruh siswa. O1eh karena itu rumusan pengertian mengajar tidaklah sederhana. Dalam arti membutuhkan rumusan yang dapat meliputi keseluruhan Kegiatan dan tindakan dalam perbuatan mengajar itu sendiri.[10]

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, mengajar adalah “memberi Pelajaran”[11] “Teaching is the guidance of learning”, mengajar adalah bimbingan kepada anak didik dalam proses belajar.[12] Abdul Kadir Munsyi memberikan batasan pengertian mengajar adalah “memberikan ajaran-ajaran berupa ilmu pengetahuan kepada seorang atau beberapa orang, agar mereka dapat memiliki dan memahami ajaran-ajaran tersebut”.[13]

Jadi yang dimaksud dengan pengertian di atas adalah bahwa belajar mengajar adalah suatu kegiatan merubah tingkah laku seseorang. Sedangkan mengajar adalah suatu aktivitas guru dalam mengorganisasikan/mengatur lingkungan untuk membimbing siswa/anak didik, baik secara individu maupun kelompok dalam kegiatan belajar, disertai dengan penyampaian kebudayaan yang berupa pengetahuan dan pengalaman-pengalaman serta kecakapan kepada anak didik.
 

B. Proses Interaksi Belajar Mengajar
 
Didalam proses interaksi antara guru dan murid dalam ke belajar mengajar dibutuhkan sejumlah komponen-komponen atau unsur yang harus ada didalamnya, dimana komponen-komponen itu saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lainnya.

Dalam proses interaksi belajar mengajar, anak didik dipandang. bukan hanya sebagai objek pengajaran melainkan juga sebagai Oleh karena itu inti dan proses pengajaran tidak lain adalah ad aktifitas belajar siswa/anak didik dalam mencapai tujuan atau dengan perkataan lain bahwa dalam proses pengajaran atau proses interaksi belajar mengajar yang menjadi persoalan terutama adalah adanya proses belajar mengajar anak yaitu proses dimana anak didik berubah tingkah lakunya melalui berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya.

Dalam proses interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dibutuhkan sejumlah komponen-komponen yang harus ada didalamnya, dimana komponen-komponen itu saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Menurut Muhammad Ali (dalam proses belajar mengajar) keseluruhan komponen-komponen saling berinteraksi dan berhubungan, bersama diarahkan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu menganalisis sistem pengajaran kita harapkan kepada pertanyaan sebagai berikut:
1.    Tujuan apa yang hendak dicapai
2.    Bahan pelajaran apa yang dipelajari siswa agar dapat mencapai tujuan
3.    Metode mengajar apa yang efektif untuk mengantarkan siswa mencapai tujuan
4.    Alat pengajaran apa yang relevan untuk membantu mencapai tujuan.
5.    Bagaimana melakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan pencapaian tujuan.[14]
____________________________________
DAFTAR KUTIPAN
Pengertian dan Proses Interaksi Belajar Mengajar
1.    Winarno Surakhmad, Pengantar Interaksi Belajar Mengajar, (Bandung: Trasinto, 1986) hal. 26
2.    Syaiful Bahri Djamarah, Anak Didik dari Interaksi Edukatif ( Jakarta: PT Rineka Cipta, 1995 hal.11
3.    Depertemen Agama R.I. Direktori Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam ( Jakarta: 1998) hal. 4
4.    Slameto, Belajar dan faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2003), hal.12
5.    Ibid, hal. 13
6.    Ibid, hal. 32
7.    Ibid
8.    Ibid, hal. 34
9.    Departemen Agama RI, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, op.cit, hal.6
10.  Muhammad Ali, Guru Dalam Proses Belajar mengajar, Cet. I (Bandung: Sinar Baru, 1987), hal. 11
11.  Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Op. Cit, hal. 13
12.  Roestiyah,N.K, Masalah-Masalah Ilmu Keguruan, Cet.I (Jakarta; Bina aksara,1982), h.13
13.  Abdul Kadir Munsyi, Pedoman mengajar Bimbingan Praktis Untuk Calon Guru, (Suarabaya; Usaha nasional, 1981), hal. 13
14.  Muhammad Ali, (Bandung: Sinar Baru, 1995), hal. 20







Understanding and Teaching Learning Process Interaction




A. Understanding Teaching and Learning Interactions
According to Winarno Surakhmad Interaction is: Which term describes Active Two-Way Relationship Between Educator With Learners "[1]
According to Abu Achmadi and Shuyadi, 1985: 47 Interaction is a picture of an active two-way connection between teachers and students that took place in the bonds of educational goals.

"Interaction is mutual influence, mutual relations between certain parties such as between teacher and student." [2]

There is some sense to learn the macro and micro levels, seen in the broad sense or a special meaning in the broadest sense, learning can be defined, as Psycho Physical activity toward personal growth completely. In a narrow sense, the study is intended as an attempt mastery of science that is as full of personality formation activity.

Understanding learning according to the Ministry of Religious Affairs is a book someone Cr expressed in behavior means that the hash of teaching and learning is always expressed in a change in behavior .. either theoretical experience and results of the exercise ". [3]

According to Gagne learned that there are two definitions:
1. Learning is a process to obtain motivation in knowledge, skills, habits, and behavior;
2. Learning is the acquisition of knowledge or skills obtained from intuksi "[4]
Start infancy of human interaction with the environment, but only in the form of "sensory-motor coordination". Then he began to learn to speak the language. The ability to use language is important to learn.

Piaget opinion about the development process of teaching the children is as follows:
· Children have a different structure meneral adults. They are not an adult in a small form, they have a unique way to appreciate the world around the individual needs of service learning.
· Mental development in children through certain stages in the same order for all children.
· Although the course of the stages of development that started a particular order, but the length of time for practice from a stage to another is not always the same in every child.
· The child's mental development is affected by four factors, namely:
1. Maturity
2. Experience.
3. Social Interaction
4. Equilibration (of the above three factors above together to build and improve the mental structure).

· There are 3 stages of development, namely:
1. Think intuitively = 4 years
2. Operate concrete = 7 years
3. Operates formally = 11 years. [5]

Note also that in the intellectual development of the process as simple as it sees. touching, naming objects, and so on, and the adaptation of a series of changes that occur in individuals as a result of interaction with the surrounding world.

Definition of DeQueliy and Gazali: teaching is to find someone with the knowledge of the most concise and precise manner. Teachers less attention that there are individual differences among students, thus requiring different services. When all students are considered equal ability and progress, then the lesson material that is given will be the same anyway. It is contrary to reality. [6]

Alvin W. Howard, giving a more complete Definsi teaching. Opinion alvin: "Teaching is an activity to try helpers, guiding a person to to obtain, modify or develop skills, attitude, Ideals (ideals), appreciations (award) and knowledge." [7]

A. Morrison D.Mc. Intyre provide definition of teaching is unique Propisional activity. In teaching can make general conclusions that are not useful, and its fall keberasilan vague, and difficult in the know also ongoing learning techniques are not appropriate for jelaswkan. Another possibility that can be observed is to provide a theoretical model and an appropriate assessment techniques, and many aspects of teaching which are described in ways that are guided by practical matters, many teachers personally speaking. [8]

Ministry of Religious Affairs mean that teaching is: "Teaching is the activity of interaction between teachers and students to add or pass on knowledge or skills, culture, and can also be interpreted as an activity guide and direct students to gain an understanding and ability to solve problems that it faces" [9]

Teaching is an act that requires a heavy moral responsibility. Due to the success of education in students rely heavily on teacher accountability in carrying out their duties.

Teaching is a complex process. Lots of activities and action must be taken, especially when desired learning outcomes better in all students. O1eh because it is not a simple formula to teach understanding. In the sense of requiring the formula to include the overall activities and measures in the act of teaching itself. [10]

According to the dictionary of the Indonesian language, teaching is "give lessons" [11] "Teaching is the guidance of learning", teaching is guidance to the students in the learning process. [12] Abdul Kadir Munsyi imposes limits understanding of teaching is "giving teachings the form of knowledge to one or more people, so that they can have and understand these teachings ". [13]

So it is with the definition above is that learning is an activity of changing behavior. While teaching is a teacher in organizing activities / set up the environment to guide students / students, either individually or in groups in learning activities, along with the delivery of culture in the form of knowledge and experiences and skills to the students.

B. Teaching and Learning Interaction Process
In the process of interaction between teachers and students in the teaching and learning needs several components or elements that must be present in it, in which the components are interrelated and influence each other.

In the process of teaching and learning interaction, students considered. not only as an object of instruction but also as the core and therefore is nothing but the process of teaching ad learning activities of students / pupils in achieving the goals or in other words that the process of teaching or learning process of interaction of the issue is primarily a learning process children is the process by which students changed their behavior through a variety of knowledge and skills acquired.

In the process of interaction between teachers and students in teaching and learning activities required number of components that must exist therein, wherein the components are interrelated with each other.

According to Muhammad Ali (in teaching) overall components interact and relate, together aimed to achieve the goal. Therefore, we expect the education system to analyze the following questions:
1. What goals to be achieved
2. Materials what students are learning lessons in order to achieve the goal
3. What is effective teaching methods to deliver students achieve goals
4. What is relevant teaching tool to help achieve that goal.
5. How to conduct an evaluation to assess the achievement of success. [14]
____________________________________
QUOTATION LIST
Understanding and Teaching Learning Process Interaction
1. Winarno Surakhmad, Introduction to Teaching and Learning Interactions, (New York: Trasinto, 1986) p. 26th
2. Syaiful Bahri Djamarah, Learners of Educational Interaction (Jakarta: PT Rineka Copyright, 1995 p.11
3. Department of Religious R.I. Directory General of Islamic Institutions (New York: 1998) p. 4
4. Slameto, Learning and Factors Affecting factors, (Jakarta: PT. Rineka Copyright, 2003), p.12
5. Ibid, p. 13th
6. Ibid, p. 32
7. Ibid
8. Ibid, p. 34th
9. Ministry of Religious Affairs, Directorate General of Islamic Institutions, op.cit, p.6
10. Muhammad Ali, Teacher In the process of teaching and learning, ed. I (New York: New Light, 1987), p. 11th
11. Ministry of Education and Culture, Op. Cit, p. 13th
12. Roestiyah, NK, Problems of Science Teaching, Cet.I (Jakarta; Bina script, 1982), h.13
13. Abdul Kadir Munsyi, teaching guide Practical Guidance for Prospective Teachers, (Suarabaya; national Enterprises, 1981), p. 13th
14. Muhammad Ali, (New York: New Light, 1995), p. 2





Learning Theory

by: Akhmad Sudrajat
If you examine the psychology literature, we will find many learning theories derived from psikologi.Di streams below will put forward four kinds of learning theory, namely: (A) behaviorism theory, (b) cognitive learning theory by Piaget; (C) theory processing information from Gagne, and (D) gestalt learning theory.
A. Theory of Behaviorism
Behaviorism is one school of psychology that sees people only in terms of physical phenomena, and ignoring aspects - the mental aspect. In other words, behaviorism did not recognize the intelligence, talents, interests, and feelings of individuals in a study. Learning event merely reflexes trained in such a way that it becomes a habit that controlled individuals.
Some legal learning generated from these behaviorism approach, including:
1. Connectionism (SR Bond) by Thorndike.
From experiments on cats produce Thorndike hukumbelajar laws, such as: / p>
Law of Effect ; meaning that if a satisfactory response effect, the relationship Stimulus - response will be stronger. Conversely, the effect achieved unsatisfactory response, the weaker is the relationship that occurs between Stimulus-Response.
  • Law of Readiness ; meaning that readiness refers to the assumption that the satisfaction derived from the organism pemdayagunaan introductory unit (conduction unit), where these units give rise to a tendency that encourages the organism to do or not do something.
  • Law of Exercise ; meaning that the relationship between the stimulus with the response will be growing close, if often trained and will be further reduced if rare or not trained.
2. Classical Conditioning by Ivan Pavlov
From the experiments carried out on a dog Pavlov produce learning laws, such as:
  • Law of Respondent Conditioning customizing the law demanded. If the two types of stimuli were presented simultaneously (one of which serves as a reinforcer), the reflex and other stimulus will increase.
  • Law of Respondent Extinction namely genocide law required. If the reflexes that have been strengthened through conditioning Respondent was brought back without presenting reinforcer, then the power will decrease.
3. operant conditioning by BF Skinner
Of BF Skinner conducted experiments on rats and pigeons produce further against the laws of learning, including:
  • Law of operant conditining that if the behavior is accompanied by reinforcing stimulus, the strength of the behavior will increase.
  • Law of operant extinction is if the behavior has been reinforced through operant conditioning process was not accompanied by reinforcing stimulus, the strength of these behaviors will decrease and even disappear.
Reber (Muhibin Shah, 2003) mentions that what is meant by operant is any behavior that brings the same effect on the environment. Response in operant conditioning occur without preceded by stimulus, but by the effects of reinforcer. Reinforcer itself is basically a stimulus that increases the likelihood of a particular response, but accidentally held as other stimulus pair as in classical conditioning.
4. Social Learning by Albert Bandura
Social learning theory, also known as the theory of observational learningis a learning theory that is relatively new compared to other learning theories. Unlike other Behaviorism adherents, Bandura looking individual behavior is not merely an automatic reflex of the stimulus (SR Bond), but also due to reactions that arise as a result of interaction between the environment and the individual cognitive schemas. The basic principle of learning according to this theory, that the individuals studied, especially in the social and moral learning occurs through imitation ( imitation ) and presenting examples of behavior ( modeling ). This theory is also still looking at the importance of conditioning . Through the provision of rewardand punishment, an individual will think and decide which social behavior needs to be done.
Actually there are many other figures who developed the theory of learning this behavioristik, such as generating Watson frequency principle and the principle of novelty, Guthrie with his theory called Theory Contiguitygenerating threshold method ( the threshold method ), the method of exhausting ( The Fatigue Method ) and Methods stimuli mismatched ( The Incompatible Response Method ), Miller and Dollard with reduction theory encouragement.
B. Cognitive Learning Theory by Piaget
Piaget was one of the figures being touted as a pioneer of constructivism flow. One thought donations are widely used as a reference for understanding the development of the individual's cognitive theory of stages of development of the individual. According to Piaget that individual cognitive development includes four steps: (1) sensory motors , (2) pre-operational , (3) concrete operational , and (4) formal operational . Another thought about the reconstruction of Piaget individual knowledge, namely assimilation and accommodation. James Atherton (2005) mentions that asisimilasi is " the process by roomates a person takes material into their mind from the environment, roomates may mean changing the evidence of their senses to make it fit " and the accommodation is " the difference made ​​to one's mind or concepts by the process of assimilation "
Argued, too, that learning will be more successful when tailored to the stage of cognitive development of students. Learners should be given the opportunity to experiment with a physical object, which is supported by the interaction with peers and aided by the insight of the questions many guru.Guru should provide incentives to students to want to actively interact with the environment, search and find many things from the environment .
Implications of Piaget's theory of cognitive development in the study are:
  1. Language and the way children think differently from adults.Therefore, teachers teach using appropriate language the way children think.
  2. Children will learn better if they can face a fine. Teachers should help children to interact with the environment as well as possible.
  3. Materials to be studied children should feel new but not unfamiliar.
  4. Provide opportunities for children to learn appropriate stage of development.
  5. In the classroom, children should be given the opportunity to talk and discussions with his friends.
C. Information Processing Theory of Robert Gagne
The underlying assumption of this theory is that learning is a very important factor in the development. The development is the result of cumulative learning. According to Gagne that learning occurs in the process of receiving information, and then processed to produce an output in the form of learning outcomes. Information processing occurs an interaction between internal conditions and external conditions of the individual. The internal state of the state within the individual are required to achieve the learning outcomes and cognitive processes that occur in the individual. While external conditions are stimuli from the environment that affect the individual in the learning process.
According to Gagne stages of the learning process includes eight phases, namely, (1) motivation, (2) understanding, (3) acquisition, (4) storage, (5) recall, (6) generalization, (7) treatment and (8) feed behind.
D. Learning Theory Gestalt
Gestalt comes from the German language has the equivalent meaning "shape or configuration". Gestalt point of view is that certain objects or events will be seen as an organized whole. According to Koffka and Kohler, there are seven important principles of the organization are:
  1. Relationships form and background ( figure and gound relationship), which assumes that each field observations can be divided into two figures (shapes) and background. Appearance of an object such as size, cut, color and so distinguish figure from the background. When the figure and the background is blurry, there will be a blurring between background and figure interpretation.
  2. Proximity ( proxmity ), that the elements that are close together (in both time and space) in the field observations will be seen as a particular form.
  3. Similarity ( similarity ), that something that has similarities tend to be seen as an object belonging.
  4. Direction with ( common direction ), that the elements of the field observations are in the same direction likely to be perceived As with a figure or shape.
  5. Simplicity ( simplicity ), that people tend to organize field observations form a simple, regular appearance and tend to form a good overall based on symmetrical arrangement and order, and
  6. The closure ( closure ) that people tend to fill in the gaps of a pattern object or incomplete observations.
There are four assumptions underlying the Gestalt view, namely:
  1. Behavior "Molar" should be widely studied in comparison with the behavior of "Molecular". Behavior "Molecular" behavior in the form of muscle contractions or glandular discharge, whereas the behavior of "molar" behavior in relation to the outside environment. Running, walking, following college, playing football is some behavior "Molar".Behavior "Molar" has greater meaning than the behavior of "Molecular".
  2. It is important in the study of the behavior is to distinguish between the geographical environment with behavioral environment.Geographical environment is the actual environment there, while the behavioral environment refers to something that is visible. For example, a mountain visible from afar as if something wonderful.(Behavioral environment), but the truth is a neighborhood filled with dense forests (environmental geography).
  3. Organisms do not react to local stimuli or element or a part of the event, but reacts to the whole object or event. For example, the naming of a collection of stars, such as: Sagittarius, Virgo, Pisces, Gemini and so is an example of this principle. Another example, the clouds looked like mountains or animals.
  4. Giving meaning to a sensory stimulus is a dynamic process and not as a static reaction. Observation process is a dynamic process in providing interpretations of stimulation received.
Application of Gestalt theory in the learning process include:
  1. Experience of insight ( insight ), that insight plays an important role in behavior. In the learning process, students should have the ability insight is the ability to know the relationship of the elements in an object or event.
  2. Meaningful learning ( meaningful learning ); meaningfulness related elements will support the establishment of insight in the learning process. The more clearly the meaning of the relationship of an element will be more effective to learn something. It is very important in problem-solving activities, particularly in the identification of problems and development of alternative solutions.The things that students should have learned the meaning of a clear and logical with the process of life.
  3. Purposeful behavior ( pusposive behavior ), the behavior directed at the goal. Behavior is not just the result of stimulus-response relationships, but there are links with the objective to be achieved.The learning process will be effective if the students know the goals you want to accomplish. Therefore, teachers should be aware of its purpose as a way of teaching activities and assist learners in understanding its purpose.
  4. The principle of living ( life space ), that individual behavior is related to the environment in which it is located. Therefore, the material that is taught should have relevance to the circumstances of the lives of learners.
  5. Transfer in Learning, ie the transfer of patterns of behavior in a particular learning situation to another situation. According to the Gestalt view, transfer of learning occurred with the release of a configuration object sense in certain situations and then put in a situation other configurations appropriate governance arrangement.He stressed the importance of catching the main principles are broad in learning and then formulate the general provisions (generalization). Transfer of learning will occur when students have captured the key principles of a problem and find a generalization for later use in solving problems in other situations. Therefore, teachers should help students to master the fundamental principles of the material taught.



Teori Pembelajaran
oleh: Ketuanan Sudrajat
Jika anda mengkaji sastera psikologi, kita akan mendapati banyak teori pembelajaran berasal dari psikologi.Di aliran sungai di bawah akan mengemukakan empat jenis teori pembelajaran, iaitu: (A) teori behaviorisme, (b) teori pembelajaran kognitif oleh Piaget; (C) teori memproses maklumat dari Gagne, dan (D) teori gestalt pembelajaran.
A. Teori Behaviorisme
Behaviorisme adalah satu sekolah psikologi yang melihat orang hanya dari segi fenomena fizikal, dan mengabaikan aspek - aspek mental. Dalam erti kata lain, behaviorisme tidak mengiktiraf kecerdasan, bakat, minat, dan perasaan individu dalam kajian. Pembelajaran acara semata-mata refleks dilatih dalam apa-apa cara yang ia menjadi satu tabiat yang individu dikawal.
Sesetengah pembelajaran undang-undang yang dijana daripada pendekatan behaviorisme ini, termasuk:
1. Connectionism (SR Bond) oleh Thorndike.
Dari eksperimen pada kucing menghasilkan Thorndike hukumbelajar undang-undang, seperti: / p>
Hukum Kesan; makna bahawa jika kesan tindak balas yang memuaskan, Rangsangan hubungan - tindak balas akan menjadi lebih kuat. Sebaliknya, kesan mencapai respon yang tidak memuaskan, lemah adalah hubungan yang berlaku antara Rangsangan Response.
Hukum Kesediaan; makna bahawa kesediaan merujuk kepada andaian bahawa kepuasan yang diperolehi daripada pemdayagunaan unit organisma pengenalan (konduksi unit), di mana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang menggalakkan organisma untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
Undang-undang Latihan; makna bahawa hubungan antara rangsangan dengan sambutan akan semakin dekat, jika sering dilatih dan akan dikurangkan lagi jika jarang atau tidak dilatih.
2. Penyaman klasik oleh Ivan Pavlov
Daripada eksperimen yang dijalankan di Pavlov anjing menghasilkan pembelajaran undang-undang, seperti:
Hukum pendingin Responden menyesuaikan undang-undang yang menuntut. Jika kedua-dua jenis rangsangan telah dibentangkan serentak (salah satu yang berfungsi sebagai peneguhan), rangsangan refleks dan lain-lain akan meningkat.
Undang-undang Responden Kepupusan pembunuhan undang-undang iaitu diperlukan. Jika refleks yang telah diperkukuhkan melalui Responden dingin telah dibawa balik tanpa membentangkan peneguhan, maka kuasa akan berkurangan.
3. pelaziman operan oleh BF Skinner
BF Skinner menjalankan uji kaji pada tikus dan burung merpati menghasilkan lebih lanjut terhadap undang-undang pembelajaran, termasuk:
Hukum conditining operan bahawa jika tingkah laku disertai dengan mengukuhkan rangsangan, kekuatan tingkah laku akan meningkat.
Undang-undang kepupusan operan jika tingkah laku telah diperkukuhkan melalui proses pelaziman operan tidak diiringi dengan mengukuhkan rangsangan, kekuatan tingkah laku ini akan berkurangan dan juga hilang.
Reber (Muhibin Shah, 2003) menyebut bahawa apa yang dimaksudkan oleh operan adalah apa-apa tingkah laku yang membawa kesan yang sama ke atas alam sekitar. Respons dalam pelaziman operan berlaku tanpa didahului oleh rangsangan, tetapi oleh kesan peneguhan. Peneguhan itu sendiri adalah pada dasarnya satu rangsangan yang meningkatkan kemungkinan tindak balas tertentu, tetapi sengaja diadakan sebagai sepasang rangsangan lain seperti dalam pelaziman klasik.
4. Pembelajaran Sosial oleh Albert Bandura
Teori pembelajaran sosial, juga dikenali sebagai teori learningis pemerhatian teori pembelajaran yang agak baru berbanding teori-teori pembelajaran yang lain. Tidak seperti penganut Behaviorisme yang lain, Bandura mencari tingkah laku individu tidak sekadar refleks automatik rangsangan (SR Bond), tetapi juga kerana reaksi yang timbul akibat interaksi antara persekitaran dan skema kognitif individu. Prinsip asas pembelajaran mengikut teori ini, bahawa individu yang dikaji, terutama dalam pembelajaran sosial dan moral berlaku melalui tiruan (tiruan) dan membentangkan contoh tingkah laku (model). Teori ini juga masih melihat kepentingan dingin. Melalui peruntukan hukuman rewardand, individu akan berfikir dan membuat keputusan yang tingkah laku sosial yang perlu dilakukan.
Sebenarnya terdapat ramai tokoh-tokoh lain yang dibangunkan teori pembelajaran ini behavioristik, seperti menjana Watson prinsip kekerapan dan prinsip kebaharuan, Guthrie dengan teori beliau dipanggil Teori Contiguitygenerating ambang kaedah (kaedah ambang), kaedah meletihkan (Kaedah Keletihan ) dan Kaedah rangsangan berpadanan (Kaedah Response tidak serasi), Miller dan Dollard dengan galakan teori pengurangan.
B. Kognitif Teori Pembelajaran oleh Piaget
Piaget adalah salah seorang tokoh yang dianggap sebagai perintis aliran konstruktivisme. Satu sumbangan pemikiran yang digunakan secara meluas sebagai rujukan untuk memahami pembangunan teori kognitif individu peringkat pembangunan individu. Menurut Piaget bahawa pembangunan kognitif individu termasuk empat langkah: (1) motor deria, (2) pra-operasi, (3) operasi konkrit, dan (4) operasi formal. Satu lagi berfikir tentang pembinaan semula pengetahuan individu Piaget, iaitu asimilasi dan penginapan. James Atherton (2005) menyebut asisimilasi yang "proses oleh roomates seseorang mengambil bahan ke dalam fikiran mereka dari persekitaran, roomates mungkin bermakna berubah bukti deria mereka untuk membuat ia patut" dan penginapan adalah "perbezaan dibuat kepada minda seseorang atau konsep oleh proses asimilasi "
Bantahan juga bahawa pembelajaran akan menjadi lebih berjaya apabila disesuaikan dengan peringkat perkembangan kognitif pelajar. Pelajar harus diberi peluang untuk bereksperimen dengan objek fizikal, yang disokong oleh interaksi dengan rakan sebaya dan dibantu oleh wawasan soalan guru.Guru ramai harus memberikan insentif kepada pelajar-pelajar untuk mahu aktif berinteraksi dengan persekitaran, mencari dan mencari banyak perkara daripada persekitaran.
Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam kajian ini adalah seperti berikut:
Bahasa dan cara kanak-kanak berfikir berbeza dari adults.Therefore, guru mengajar menggunakan bahasa yang sesuai cara kanak-kanak berfikir.
Kanak-kanak akan belajar dengan lebih baik jika mereka boleh menghadapi denda. Guru harus membantu kanak-kanak untuk berinteraksi dengan persekitaran serta mungkin.
Bahan untuk menjadi kanak-kanak yang dikaji perlu berasa baru tetapi tidak yang tidak dikenali.
Memberi peluang untuk kanak-kanak untuk belajar peringkat pembangunan yang sesuai.
Di dalam kelas, kanak-kanak perlu diberi peluang untuk bercakap dan perbincangan dengan kawan-kawannya.
C. Pemprosesan Maklumat Teori Robert Gagne
Andaian asas teori ini adalah bahawa pembelajaran adalah faktor yang sangat penting dalam pembangunan. Pembangunan ini ialah hasil pembelajaran terkumpul. Menurut Gagne bahawa pembelajaran berlaku dalam proses menerima maklumat, dan kemudian diproses untuk menghasilkan output dalam bentuk hasil pembelajaran. Pemprosesan maklumat berlaku interaksi antara keadaan dalaman dan keadaan luaran individu. Keadaan dalaman negeri dalam individu yang diperlukan untuk mencapai hasil pembelajaran dan proses kognitif yang berlaku dalam diri individu. Walaupun keadaan luaran rangsangan daripada persekitaran yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Menurut Gagne peringkat proses pembelajaran termasuk lapan fasa, iaitu, (1) motivasi, (2) pemahaman, (3) pemerolehan, (4) penyimpanan, (5) ingat, (6) generalisasi, (7) rawatan dan ( 8) makan di belakang.
D. Pembelajaran Teori gestalt
Gestalt berasal dari bahasa Jerman mempunyai makna yang setara "bentuk atau konfigurasi". Gestalt titik pandangan bahawa objek atau peristiwa tertentu akan dilihat sebagai keseluruhan tersusun. Menurut kepada Koffka dan Kohler, terdapat tujuh prinsip penting organisasi:
Bentuk hubungan dan latar belakang (angka dan hubungan gound), yang menganggap bahawa setiap pemerhatian di lapangan boleh dibahagikan kepada dua tokoh (bentuk) dan latar belakang. Kemunculan objek seperti saiz, potong, warna, dan sebagainya membezakan angka dari latar belakang. Apabila angka dan latar belakang adalah kabur, akan ada kekaburan antara latar belakang dan tafsiran angka.
Jarak (proxmity), bahawa unsur-unsur yang rapat (kedua-duanya dalam masa dan ruang) dalam pemerhatian bidang akan dilihat sebagai suatu bentuk tertentu.
Persamaan (persamaan), bahawa sesuatu yang mempunyai persamaan cenderung untuk dilihat sebagai objek yang dipunyai.
Arah dengan (arahan biasa), bahawa unsur-unsur pemerhatian lapangan berada dalam arah yang sama mungkin akan dilihat dengan angka atau bentuk.
Kesederhanaan (kesederhanaan), bahawa orang cenderung untuk menganjurkan pemerhatian bidang membentuk mudah, rupa biasa dan cenderung untuk membentuk satu keseluruhan yang baik berdasarkan perkiraan simetri dan perintah, dan
Penutupan (penutupan) bahawa orang cenderung untuk mengisi jurang objek corak atau pemerhatian yang tidak lengkap.
Terdapat empat andaian yang mendasari pandangan gestalt, iaitu:
"Molar" Kelakuan harus dikaji secara meluas dalam perbandingan dengan tingkah laku "Molekul". "Molekul" Kelakuan kelakuan dalam bentuk kontraksi otot atau pelepasan kelenjar, manakala tingkah laku tingkah laku "molar" dalam berhubung dengan persekitaran luar. Berlari, berjalan, berikutan kolej, bermain bola sepak adalah tingkah laku beberapa "Molar". Kelakuan "Molar" mempunyai makna yang lebih besar daripada tingkah laku "Molekul".
Ia adalah penting dalam kajian tingkah laku adalah untuk membezakan antara persekitaran geografi dengan persekitaran environment.Geographical tingkah laku adalah persekitaran sebenar di sana, manakala persekitaran tingkah laku merujuk kepada sesuatu yang boleh dilihat. Sebagai contoh, gunung dilihat dari jauh kerana jika sesuatu yang indah. (Persekitaran Tingkah Laku), tetapi hakikatnya adalah kejiranan yang dipenuhi dengan hutan tebal (geografi alam sekitar).
Organisma tidak bertindak balas terhadap rangsangan tempatan atau unsur atau sebahagian daripada peristiwa itu, tetapi bertindak balas kepada objek keseluruhan atau peristiwa. Sebagai contoh, penamaan koleksi bintang, seperti: Sagittarius, Virgo, Pisces, Gemini dan sebagainya adalah contoh prinsip ini. Contoh lain, awan kelihatan seperti gunung atau haiwan.
Memberi makna kepada rangsangan deria adalah satu proses yang dinamik dan bukan sebagai reaksi statik. Proses pemerhatian adalah satu proses yang dinamik dalam menyediakan tafsiran rangsangan yang diterima.
Permohonan teori gestalt dalam proses pembelajaran termasuk:
Pengalaman wawasan (wawasan), bahawa wawasan memainkan peranan yang penting dalam tingkah laku. Dalam proses pembelajaran, pelajar perlu mempunyai wawasan keupayaan adalah keupayaan untuk mengetahui hubungan unsur dalam objek atau peristiwa.
Bermakna pembelajaran (pembelajaran bermakna); meaningfulness elemen berkaitan akan menyokong penubuhan wawasan dalam proses pembelajaran. Lebih jelas makna hubungan unsur akan menjadi lebih berkesan untuk mempelajari sesuatu. Ia adalah sangat penting dalam aktiviti menyelesaikan masalah, khususnya dalam mengenal pasti masalah dan pembangunan perkara alternatif solutions.The bahawa pelajar sepatutnya belajar erti jelas dan logik dengan proses kehidupan.
Tingkah laku Bermatlamat (tingkah laku pusposive), tingkah laku yang diarahkan pada matlamat. Tingkah laku bukan hanya hasil daripada hubungan rangsangan-gerak balas, tetapi terdapat hubungan dengan objektif untuk achieved.The proses pembelajaran akan berkesan jika pelajar tahu matlamat anda mahu capai. Oleh itu, guru harus sedar tujuan sebagai satu cara aktiviti pengajaran dan membantu pelajar dalam memahami tujuannya.
Prinsip hidup (kehidupan ruang), bahawa tingkah laku individu yang berkaitan dengan persekitaran di mana ia terletak. Oleh itu, bahan yang diajar perlu mempunyai kaitan dengan keadaan kehidupan pelajar.
Pindahan dalam Pembelajaran, iaitu pemindahan corak tingkah laku dalam situasi pembelajaran yang tertentu kepada keadaan yang lain. Menurut pandangan gestalt, pemindahan pembelajaran berlaku dengan melepaskan rasa objek tatarajah dalam keadaan tertentu dan kemudian meletakkan dalam keadaan konfigurasi lain sesuai tadbir urus arrangement.He menekankan kepentingan menangkap prinsip-prinsip utama yang luas dalam pembelajaran dan kemudian merumuskan peruntukan am (generalisasi). Pemindahan pembelajaran akan berlaku apabila pelajar telah ditangkap prinsip utama masalah dan mencari generalisasi untuk digunakan kemudian dalam menyelesaikan masalah dalam situasi lain. Oleh itu, guru perlu membantu pelajar untuk menguasai prinsip-prinsip asas bahan yang diajar.